
Perusakan hutan merupakan salah satu isu lingkungan paling mendesak yang dihadapi dunia saat ini. Aktivitas seperti penebangan liar, alih fungsi lahan, dan kebakaran hutan secara sengaja maupun tidak sengaja telah mengakibatkan kerusakan ekosistem hutan yang sangat vital.
Hutan bukan hanya habitat berbagai flora dan fauna, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan iklim dan kualitas hidup manusia. Maka dari itu, memahami dampak perusakan hutan sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan upaya pelestarian.
Melansir dari laman https://dlhbali.id/, artikel ini akan membahas berbagai dampak perusakan hutan yang merugikan lingkungan. Simak sampai tuntas!
1. Hilangnya Keanekaragaman Hayati
Salah satu dampak paling mencolok dari perusakan hutan adalah hilangnya keanekaragaman hayati. Hutan tropis seperti di Indonesia merupakan rumah bagi jutaan spesies tumbuhan dan hewan.
Ketika habitat mereka dihancurkan, banyak spesies mengalami kepunahan karena tidak dapat beradaptasi atau bermigrasi ke lingkungan baru. Hal ini memperburuk ketidakseimbangan ekosistem dan merugikan rantai makanan alami.
2. Perubahan Iklim Global
Hutan dikenal sebagai paru-paru dunia karena mampu menyerap karbon dioksida (CO₂) dalam jumlah besar dan menghasilkan oksigen. Ketika hutan ditebang atau dibakar, karbon yang tersimpan dalam pohon dilepaskan ke atmosfer, mempercepat proses pemanasan global.
Selain itu, hilangnya vegetasi mengurangi kemampuan alam menyerap emisi gas rumah kaca, memperparah krisis iklim yang kita alami.
3. Banjir dan Longsor
Perusakan hutan membuat tanah kehilangan pelindung alami yang berfungsi menahan air hujan dan menjaga struktur tanah. Tanpa pepohonan, air hujan langsung mengalir ke permukaan tanah dan menyebabkan banjir.
Selain itu, tanah menjadi mudah longsor karena tidak ada akar pohon yang menahannya. Inilah sebabnya mengapa daerah rawan bencana semakin meluas di Indonesia, terutama di wilayah pegunungan dan dataran tinggi.
4. Krisis Air Bersih
Hutan juga berperan penting dalam menjaga ketersediaan air bersih melalui siklus hidrologi. Ketika hutan rusak, daya serap tanah berkurang, dan sumber mata air menjadi kering.
Akibatnya, masyarakat yang bergantung pada aliran air dari kawasan hutan mulai mengalami krisis air, terutama saat musim kemarau.
5. Dampak Sosial dan Ekonomi
Masyarakat adat dan komunitas lokal yang hidup di sekitar hutan sangat terdampak oleh perusakan hutan.
Kehilangan sumber pangan, obat-obatan alami, dan bahan bangunan menyebabkan mereka kehilangan mata pencaharian. Konflik lahan juga kerap terjadi antara masyarakat dan perusahaan besar yang mengeksploitasi hutan secara berlebihan.
Perusakan hutan memberikan dampak yang sangat luas, mulai dari kerusakan ekosistem, perubahan iklim, bencana alam, hingga krisis sosial.
Upaya pelestarian dan reboisasi harus menjadi prioritas bersama, baik oleh pemerintah, sektor swasta, maupun masyarakat. Dengan menjaga hutan, kita turut menjaga keberlangsungan kehidupan di bumi untuk generasi mendatang. Kunjungi website resmi DLH di https://dlhbali.id/ untuk informasi selengkapnya.
NakPintar.com Jadi Tahu, Jadi Pintar